Klasifikasi usaha jasa konstruksi terbagi menjadi banyak kelompok. Selain terbagi menjadi beberapa klasifikasi, klasifikasi-klasifikasi tersebut masih terbagi lagi menjadi beberapa sub-klasifikasi. Salah satu contohnya adalah klasifikasi konstruksi khusus. Nah, pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai klasifikasi konstruksi konstruksi khusus beserta dengan sub-klasifikasinya. Simaklah penjelasan lengkapnya berikut ini !
Klasifikasi Konstruksi Khusus (KK)
Klasifikasi Khusus (kode sub-klasifikasi KK) mencakup kegiatan konstruksi khusus pada satu aspek umum untuk struktur yang berbeda, yang membutuhkan keterampilan atau peralatan khusus seperti konstruksi pondasi, misalnya pemancangan tiang ke dalam tanah, pemasangan dan pembongkaran bangunan/podium, pemancangan tangga-tangga perancah, pekerjaan dengan jalan masuk khusus yang syaratnya membutuhkan keterampilan memanjat dan penggunaan alat yang berkaitan, pekerjaan di bawah permukaan tanah dan kegiatan sejenis untuk eksterior bangunan dan lain-lain.
Sub-Klasifikasi Khusus
Klasifikasi Khusus sendiri terbagi menjadi beberapa sub-klasifikasi, diantaranya :
1. Pondasi Konstruksi
Kelompok Sub-Klasifikasi Pondasi Konstruksi (kode sub-klasifikasi KK001) dengan kode KBLI 43901 mencakup kegiatan khusus pemasangan berbagai pondasi dan tiang pancang termasuk pengecoran beton dan pembesian pondasi untuk gedung, bangunan pengairan, jalan/jembatan, bangunan lepas pantai, dermaga, dan bangunan lain sejenisnya sebagian dari pekerjaan yang tercakup dalam konstruksi gedung (hunian dan non hunian) serta bangunan sipil lainnya.
2. Konstruksi Reservoir Pembangkit Listrik Tenaga Air
Kelompok Sub-Klasifikasi Konstruksi Reservoir Pembangkit Listrik Tenaga Air (kode sub-klasifikasi KK002) dengan kode KBLI 42921 mencakup kegiatan pembangunan reservoir, control gate, intake, penstock, dan outflow pada pembangkit listrik tenaga air
3. Konstruksi Intake, Penstock, Control Gate dan Outflow Pembangkit Listrik Tenaga Air
Kelompok Sub-Klasifikasi Konstruksi Intake, Penstock, Control Gate dan Outflow Pembangkit Listrik Tenaga Air (kode sub-klasifikasi KK003) dengan kode KBLI 42921 mencakup kegiatan pembangunan reservoir, control gate, intake, penstock, dan outflow pada pembangkit listrik tenaga air
4. Konstruksi Pelindung Pantai
Kelompok Sub-Klasifikasi Konstruksi Pelindung Pantai (kode sub-klasifikasi KK004) dengan kode KBLI 42922 mencakup kegiatan pembangunan, pemeliharaan, dan/atau pembangunan kembali bangunan pelindung pantai termasuk groin, seawall, breakwater, beach nourishment, artificial headland, terumbu buatan dan pekerjaan lainnya yang sejenis.
5. Pekerjaan Lapis Perkerasan Beton (Rigid Pavement)
Kelompok Sub-Klasifikasi Pekerjaan Lapis Perkerasan Beton (Rigid Pavement) (kode sub-klasifikasi KK005) dengan kode KBLI 43909 mencakup kegiatan konstruksi khusus lainnya yang belum diklasifikasikan dalam kelompok dengan no KBLI 43901 s.d. 43905 yang memerlukan perlengkapan khusus, seperti kegiatan pengerjaan penahan lembab dan air, shaft sinking, dehumidifikasi (pelembaban) bangunan, pemasangan cerobong asap dan oven untuk keperluan industri dan pekerjaan yang memerlukan keahlian dalam memanjat dan juga penggunaan perlengkapan yang berkaitan, misalnya bekerja pada gedung-gedung yang tinggi. Termasuk pekerjaan di bawah permukaan tanah, pekerjaan lapis perkerasan beton; pekerjaan perkerasan perbutir; pekerjaan perkerasan aspal; pekerjaan konstruksi pengeboran dan injeksi semen bertekanan; pekerjaan konstruksi pascatarik (post tensioned); pekerjaan beton terstruktur; pekerjaan konstruksi kedap air pada tangki penyimpanan air, gas, minyak, dan bahan lain yang sejenis; serta pemasangan konstruksi tahan api (tanur, flare, anneling, incenerator) untuk bangunan gedung (hunian maupun non hunian) serta bangunan sipil lainnya.
6. Pekerjaan Konstruksi Kedap Air, Minyak, dan Gas
Kelompok Sub-Klasifikasi Pekerjaan Konstruksi Kedap Air, Minyak, dan Gas (kode sub-klasifikasi KK006) dengan kode KBLI 43909 mencakup kegiatan konstruksi khusus lainnya yang belum diklasifikasikan dalam kelompok dengan no KBLI 43901 s.d. 43905 yang memerlukan perlengkapan khusus, seperti kegiatan pengerjaan penahan lembab dan air, shaft sinking, dehumidifikasi (pelembaban) bangunan, pemasangan cerobong asap dan oven untuk keperluan industri dan pekerjaan yang memerlukan keahlian dalam memanjat dan juga penggunaan perlengkapan yang berkaitan, misalnya bekerja pada gedung-gedung yang tinggi. Termasuk pekerjaan di bawah permukaan tanah, pekerjaan lapis perkerasan beton; pekerjaan perkerasan perbutir; pekerjaan perkerasan aspal; pekerjaan konstruksi pengeboran dan injeksi semen bertekanan; pekerjaan konstruksi pascatarik (post tensioned); pekerjaan beton terstruktur; pekerjaan konstruksi kedap air pada tangki penyimpanan air, gas, minyak, dan bahan lain yang sejenis; serta pemasangan konstruksi tahan api (tanur, flare, anneling, incenerator) untuk bangunan gedung (hunian maupun non hunian) serta bangunan sipil lainnya.
7. Pekerjaan Lanskap, Pertamanan, dan Penanaman Vegetasi
Kelompok Sub-Klasifikasi Pekerjaan Lanskap, Pertamanan, dan Penanaman Vegetasi (kode sub-klasifikasi KK007) dengan kode KBLI 43302 mencakup kegiatan pengerjaan lantai, kolom, dinding, peralatan saniter dan plafon dalam rangka penyelesaian bangunan gedung (hunian dan non hunian) serta bangunan sipil lainnya. Termasuk aplikasi bangunan atau proyek konstruksi lainnya dari plester (pelapisan) interior dan eksterior, termasuk bahan-bahan lathing yang berkaitan, pelapisan dinding (dengan kayu, panel penutup akustik, gypsum, partisi/sekat yang dapat dibongkar pasang, dan sebagainya), penyelesaian interior seperti langit-langit, pengubinan, penggantungan atau pemasangan dalam bangunan atau proyek konstruksi lainnya dari dinding, keramik, beton, atau ubin lantai, parket (lantai dari papan yang bergambar), dan pelapisan lantai dengan kayu, pelapisan lantai linoleum dan karpet, termasuk karet atau plastik, marmer, teraso, granit atau pelapisan lantai atau dinding wallpaper (kertas dinding), serta dinding bangunan kedap suara.
8. Perkerasan Aspal
Kelompok Sub-Klasifikasi Perkerasan Aspal (kode sub-klasifikasi KK008) dengan kode KBLI 43909 mencakup kegiatan konstruksi khusus lainnya yang belum diklasifikasikan dalam kelompok dengan no KBLI 43901 s.d. 43905 yang memerlukan perlengkapan khusus, seperti kegiatan pengerjaan penahan lembab dan air, shaft sinking, dehumidifikasi (pelembaban) bangunan, pemasangan cerobong asap dan oven untuk keperluan industri dan pekerjaan yang memerlukan keahlian dalam memanjat dan juga penggunaan perlengkapan yang berkaitan, misalnya bekerja pada gedung-gedung yang tinggi. Termasuk pekerjaan di bawah permukaan tanah, pekerjaan lapis perkerasan beton; pekerjaan perkerasan perbutir; pekerjaan perkerasan aspal; pekerjaan konstruksi pengeboran dan injeksi semen bertekanan; pekerjaan konstruksi pascatarik (post tensioned); pekerjaan beton terstruktur; pekerjaan konstruksi kedap air pada tangki penyimpanan air, gas, minyak, dan bahan lain yang sejenis; serta pemasangan konstruksi tahan api (tanur, flare, anneling, incenerator) untuk bangunan gedung (hunian maupun non hunian) serta bangunan sipil lainnya.
9. Perkerasan Berbutir
Kelompok Sub-Klasifikasi Perkerasan Berbutir (kode sub-klasifikasi KK009) dengan kode KBLI 43909 mencakup kegiatan konstruksi khusus lainnya yang belum diklasifikasikan dalam kelompok dengan no KBLI 43901 s.d. 43905 yang memerlukan perlengkapan khusus, seperti kegiatan pengerjaan penahan lembab dan air, shaft sinking, dehumidifikasi (pelembaban) bangunan, pemasangan cerobong asap dan oven untuk keperluan industri dan pekerjaan yang memerlukan keahlian dalam memanjat dan juga penggunaan perlengkapan yang berkaitan, misalnya bekerja pada gedung-gedung yang tinggi. Termasuk pekerjaan di bawah permukaan tanah, pekerjaan lapis perkerasan beton; pekerjaan perkerasan perbutir; pekerjaan perkerasan aspal; pekerjaan konstruksi pengeboran dan injeksi semen bertekanan; pekerjaan konstruksi pascatarik (post tensioned); pekerjaan beton terstruktur; pekerjaan konstruksi kedap air pada tangki penyimpanan air, gas, minyak, dan bahan lain yang sejenis; serta pemasangan konstruksi tahan api (tanur, flare, anneling, incenerator) untuk bangunan gedung (hunian maupun non hunian) serta bangunan sipil lainnya.
10. Pengeboran dan Injeksi Semen Bertekanan (Drilling and Grouting)
Kelompok Sub-Klasifikasi Pengeboran dan Injeksi Semen Bertekanan (Drilling and Grouting) (kode sub-klasifikasi KK010) dengan kode KBLI 43909 mencakup kegiatan konstruksi khusus lainnya yang belum diklasifikasikan dalam kelompok dengan no KBLI 43901 s.d. 43905 yang memerlukan perlengkapan khusus, seperti kegiatan pengerjaan penahan lembab dan air, shaft sinking, dehumidifikasi (pelembaban) bangunan, pemasangan cerobong asap dan oven untuk keperluan industri dan pekerjaan yang memerlukan keahlian dalam memanjat dan juga penggunaan perlengkapan yang berkaitan, misalnya bekerja pada gedung-gedung yang tinggi. Termasuk pekerjaan di bawah permukaan tanah, pekerjaan lapis perkerasan beton; pekerjaan perkerasan perbutir; pekerjaan perkerasan aspal; pekerjaan konstruksi pengeboran dan injeksi semen bertekanan; pekerjaan konstruksi pascatarik (post tensioned); pekerjaan beton terstruktur; pekerjaan konstruksi kedap air pada tangki penyimpanan air, gas, minyak, dan bahan lain yang sejenis; serta pemasangan konstruksi tahan api (tanur, flare, anneling, incenerator) untuk bangunan gedung (hunian maupun non hunian) serta bangunan sipil lainnya.
11. Pemasangan Rangka dan Atap / Roof Covering
Kelompok Sub-Klasifikasi Pemasangan Rangka dan Atap / Roof Covering (kode sub-klasifikasi KK011) dengan kode KBLI 43903 mencakup kegiatan khusus pemasangan kerangka dan atap bangunan gedung (hunian dan non hunian) sebagai bagian dari pekerjaan yang tercakup dalam konstruksi gedung. Pekerjaan talang dan pengecatan atap juga masuk dalam cakupan kelompok sub-klasifikasi ini.
12. Pekerjaan Struktur Beton
Kelompok Sub-Klasifikasi Pekerjaan Struktur Beton (kode sub-klasifikasi KK012) dengan kode KBLI 43909 mencakup kegiatan konstruksi khusus lainnya yang belum diklasifikasikan dalam kelompok dengan no KBLI 43901 s.d. 43905 yang memerlukan perlengkapan khusus, seperti kegiatan pengerjaan penahan lembab dan air, shaft sinking, dehumidifikasi (pelembaban) bangunan, pemasangan cerobong asap dan oven untuk keperluan industri dan pekerjaan yang memerlukan keahlian dalam memanjat dan juga penggunaan perlengkapan yang berkaitan, misalnya bekerja pada gedung-gedung yang tinggi. Termasuk pekerjaan di bawah permukaan tanah, pekerjaan lapis perkerasan beton; pekerjaan perkerasan perbutir; pekerjaan perkerasan aspal; pekerjaan konstruksi pengeboran dan injeksi semen bertekanan; pekerjaan konstruksi pascatarik (post tensioned); pekerjaan beton terstruktur; pekerjaan konstruksi kedap air pada tangki penyimpanan air, gas, minyak, dan bahan lain yang sejenis; serta pemasangan konstruksi tahan api (tanur, flare, anneling, incenerator) untuk bangunan gedung (hunian maupun non hunian) serta bangunan sipil lainnya.
13. Konstruksi Struktur Beton Pascatarik (Post Tensioned)
Kelompok Sub-Klasifikasi Konstruksi Struktur Beton Pascatarik (Post Tensioned) (kode sub-klasifikasi KK013) dengan kode KBLI 43909 mencakup kegiatan konstruksi khusus lainnya yang belum diklasifikasikan dalam kelompok dengan no KBLI 43901 s.d. 43905 yang memerlukan perlengkapan khusus, seperti kegiatan pengerjaan penahan lembab dan air, shaft sinking, dehumidifikasi (pelembaban) bangunan, pemasangan cerobong asap dan oven untuk keperluan industri dan pekerjaan yang memerlukan keahlian dalam memanjat dan juga penggunaan perlengkapan yang berkaitan, misalnya bekerja pada gedung-gedung yang tinggi. Termasuk pekerjaan di bawah permukaan tanah, pekerjaan lapis perkerasan beton; pekerjaan perkerasan perbutir; pekerjaan perkerasan aspal; pekerjaan konstruksi pengeboran dan injeksi semen bertekanan; pekerjaan konstruksi pascatarik (post tensioned); pekerjaan beton terstruktur; pekerjaan konstruksi kedap air pada tangki penyimpanan air, gas, minyak, dan bahan lain yang sejenis; serta pemasangan konstruksi tahan api (tanur, flare, anneling, incenerator) untuk bangunan gedung (hunian maupun non hunian) serta bangunan sipil lainnya.
14. Konstruksi Terowongan
Kelompok Sub-Klasifikasi Konstruksi Terowongan (kode sub-klasifikasi KK014) dengan kode KBLI 42104 mencakup usaha pembangunan terowongan dengan menggunakan mesin bor dan/atau bahan peledak, pembesian, bekisting, dan pengecoran beton; pemeliharaan dan perbaikan bangunan terowongan di permukaan air, di pegunungan atau di bukit dan di bawah permukaan tanah.
15. Pekerjaan Konstruksi Tahan Api (Tanur, Annealing, Flare, atau Incinerator)
Kelompok Sub-Klasifikasi Pekerjaan Konstruksi Tahan Api (Tanur, Annealing, Flare, atau Incinerator) (kode sub-klasifikasi KK015) dengan kode KBLI 43909 mencakup kegiatan konstruksi khusus lainnya yang belum diklasifikasikan dalam kelompok dengan no KBLI 43901 s.d. 43905 yang memerlukan perlengkapan khusus, seperti kegiatan pengerjaan penahan lembab dan air, shaft sinking, dehumidifikasi (pelembaban) bangunan, pemasangan cerobong asap dan oven untuk keperluan industri dan pekerjaan yang memerlukan keahlian dalam memanjat dan juga penggunaan perlengkapan yang berkaitan, misalnya bekerja pada gedung-gedung yang tinggi. Termasuk pekerjaan di bawah permukaan tanah, pekerjaan lapis perkerasan beton; pekerjaan perkerasan perbutir; pekerjaan perkerasan aspal; pekerjaan konstruksi pengeboran dan injeksi semen bertekanan; pekerjaan konstruksi pascatarik (post tensioned); pekerjaan beton terstruktur; pekerjaan konstruksi kedap air pada tangki penyimpanan air, gas, minyak, dan bahan lain yang sejenis; serta pemasangan konstruksi tahan api (tanur, flare, anneling, incenerator) untuk bangunan gedung (hunian maupun non hunian) serta bangunan sipil lainnya.
16. Pemasangan Kerangka Baja
Kelompok Sub-Klasifikasi Pemasangan Kerangka Baja (kode sub-klasifikasi KK016) dengan kode KBLI 43904 mencakup kegiatan khusus pemasangan kerangka baja sebagai bagian dari pekerjaan yang tercakup dalam konstruksi gedung.
Itulah sedikit informasi mengenai klasifikasi konstruksi khusus beserta sub-klasifikasinya. Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk kita semua.

