Pada Rabu (16/6/2021) kemarin, Recognition Current Competency (RCC) Asesor Badan Usaha (ABU) Mandiri Tahap II resmi digelar. RCC yang berlangsung hingga 20 Juni itu, digelar oleh Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Kontraktor Nasional (DPP ASKONAS) dan Lembaga Sertifikasi Badan Usaha (LSBU) PT ASKONAS.
Pembukaan RCC ABU Mandiri Tahap II tersebut, dibuka oleh Ir Nicodemus Daud Msi, direktur Kelembagaan dan Sumber Daya Konstruksi, disaksikan antara lain oleh Ir Taufik Widjoyono MSc (ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi/ LPJK), Tetty Desiarty Soemarso (Badan Nasional Sertifikasi Profesi/ BNSP), M Lutfi Setiabudi ST (ketua umum DPP ASKONAS), Ferdaus Ardiyansah Purnomo (Sekjen DPP ASKONAS), dan Berry Berli SE MM (direktur LSBU PT ASKONAS).
Ada hal menarik yang disampaikan Nicodemus Daud kepada para peserta RCC ABU Mandiri Tahap II yang diselenggarakan DPP ASKONAS dan LSBU PT ASKONAS. Bahwa menurutnya, di dunia ini tidak ada orang bodoh. “Tidak ada orang bodoh. Yang ada adalah orang malas,” tegasnya.
Dia pun berpesan, para peserta tidak perlu takut, sehingga jika kurang (tidak) paham terhadap materi yang disampaikan pelatih, untuk bertanya. “Kalau tidak mau bertanya, ya (akan) sesat di jalan. Jadi, semuanya saya minta tidak usah takut. Kalau tidak tahu, tanya. Disuruh baca, baca. Disuruh kerja, kerja. Gampang. Asal, selama pelajaran (materi), tetap di kelas. Jangan main HP,” ujarnya.
Kepada para peserta RCC, dia juga memaparkan pentingnya menjaga stamina dan kondisi agar selalu sehat. “(Saya harap kepada peserta) agar kesehatan dijaga. Stamina dijaga. Sebab, sepintar-pintar orang, sehebat-hebatnya orang, (kalau) dia sakit, nggak ada gunanya,” katanya. (fian/ ros, zaim)